Berita Ekonomi Terbaru Hari Ini (Indonesia) — Kamis, 28 Agustus 2025
Ringkas: Rupiah bergerak melemah tipis mendekati Rp16.3–16.4 ribu/US$, IHSG mencoba bangkit, pasar mencerna efek pemangkasan suku bunga BI ke 5,00% dan perkembangan fiskal/industri terkini.
1) Rupiah & Pasar Keuangan
- Rupiah berada di kisaran Rp16.27–16.37 ribu per US$ dalam dua hari terakhir, menunjukkan pelemahan tipis dibanding awal pekan.
- IHSG bertahan di area 7.9 ribu dan berpotensi teknikal rebound setelah koreksi awal pekan. Yahoo FinanceRTTNews
Kenapa penting: Level kurs dan arah IHSG menentukan sentimen arus modal jangka pendek dan ruang transmisi pelonggaran moneter.
2) Kebijakan Moneter: BI Memotong Suku Bunga
- Bank Indonesia pekan lalu mengejutkan pasar dengan memotong BI-7DRR 25 bps ke 5,00%, menandai pemangkasan beruntun untuk mendukung pertumbuhan di tengah inflasi yang tetap dalam target. ReutersMorningstarTrading Economics
Implikasi: Dengan inflasi terjaga, ruang pelonggaran lanjutan terbuka bila stabilitas rupiah terjaga; sektor perumahan, otomotif, dan konsumsi paling cepat merespons.
3) Sinyal Fiskal & Konsumsi
- Pemerintah mengkaji kenaikan iuran JKN untuk menyehatkan pembiayaan layanan kesehatan nasional. Detail tarif dibahas lintas kementerian. The Jakarta Post
Dampak: Kenaikan iuran dapat menggeser alokasi belanja rumah tangga jangka pendek, namun mengurangi beban APBN dan risiko layanan.
4) Industri Strategis: Hilirisasi Nikel Dapat Suntikan Investor
- Danantara (SWF Indonesia) bermitra dengan GEM (Tiongkok) membangun hub pengolahan nikel dan kawasan industri hijau; langkah ini memperdalam hilirisasi EV supply chain. Reuters
Dampak makro: Menambah PMDN/PMA dan kapasitas ekspor berorientasi EV; tantangan ada pada volatilitas harga nikel dan serapan tenaga kerja yang cenderung padat modal.
5) Gagasan Besar Perekonomian
- Perdebatan terus berlangsung: boom komoditas belum otomatis mengangkat ekonomi karena prematur deindustrialisasi—porsi manufaktur turun dari ±32% (2002) ke ±19% (2024). Financial Times
Artinya: Tanpa revitalisasi manufaktur padat karya dan perbaikan iklim investasi, pertumbuhan 6–8% akan sulit dicapai secara inklusif.
Analisis Singkat (Empiris & Relevan)
- Setup kebijakan saat ini pro-growth: suku bunga lebih rendah + proyek hilirisasi. Namun efektivitas sangat tergantung pada:
(1) Stabilitas rupiah (arus portofolio & neraca transaksi berjalan), Trading Economics
(2) Keseimbangan fiskal (kebutuhan pembiayaan kesehatan & program prioritas), The Jakarta Post
(3) Re-industrialisasi untuk serapan kerja dan pendapatan rumah tangga yang lebih merata. Financial Times
Outlook 1–3 bulan: Jika rupiah stabil di bawah Rp16.5 ribu/US$ dan inflasi tetap dalam target, pasar menilai cut lanjutan BI masih di meja—positif untuk saham siklikal domestik. Trading Economics
